Tampilkan postingan dengan label celoteh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label celoteh. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Oktober 2015

Memilih Calon Karena-Nya




Seperti judul artikel ini, memilih calon karena-Nya,

Kenapa harus karena-Nya?

Yaaa karena segala sesuatu yang kita lakukan haruslah berdasarkan atas syariat-Nya. Karena tujuan hidup kita di dunia ini adalah untuk menggapai ridho-Nya. Untuk beribadah kepada-Nya. Jadi sudah seharusnya memilih calon, apalagi calon pendamping hidup haruslah karena-Nya.

Apabila kita memilih calon bukanlah karena-Nya. Maka sesungguhnya semua itu hanyalah bersifat sementara. Harta, Rupa dan Tahta semua itu hanya sementara, hanya ada di dunia ini dan takkan mampu menyelamatkan kita ketika penghisabban kelak. Maka pilihlah yang karena-Nya, sehingga kelak di akhiratpun akan tetap bersama.

Memilih calon karena-Nya, berarti memilih calon yang akan berjuang bersama menegakkan agama-Nya. Ketika ada masalah dalam rumah tangga maka akan diselesaikan sesuai aturan-Nya. Engkau bersama dengannya itu karena-Nya, sehingga tak ada alasan lain untuk meninggalkannya kecuali karena-Nya. Semua akan terasa indah apabila segala sesuatunya diposisikan karena-Nya. Yaa karena Allah, Sang Pencipta kita. Pemilik segala sesuatu di langit dan di bumi.

Maka kita harus memilih calon karena-Nya, sehingga ketika telah bersama bertambahlah rasa cinta kita kepada-Nya, karena kita telah bersama seseorang yang juga mencintai-Nya.

By : Ana Dia Friska (Kontributor Gaul Fresh)

Rabu, 30 September 2015

Karena Kita Sedang Sakit



Karena Kita Sedang Sakit

Aku sebel melihat mereka yang berdua-duaan, aku sebel melihat mereka yang berpelukkan, aku sebel melihat mereka yang tertawa-tawa keras, aku sebel, sebel, sebel pake banget….

Kenapa?

Karena mereka berdua-duaan dengan non mahram, istilah trennya itu pacaran, mereka berpelukkan di depan umum padahal masih menggunakan seragam sekolah. Dan parahnya lagi mereka berpacaran secara berjamaah, kumpul-kumpul dengan pasangan masing-masing secara serempak. Dan yang lebih parahnya lagi perempuannya menggunakan kerudung yang menandakan bahwa ia seorang muslim. Dan sebagai muslim tidak seharusnya berpacaran, karena sudah jelas dalilnya bahwa pacaran adalah haram, dalam Islam tidak ada istilah pacaran.

Yaaa Allah betapa sedihnya diri ini, menyaksikan semua ini.

Ya Rasulullah…Tak dapat ku bayangkan bagaimana sedihnya Engkau melihat ummat mu seperti ini. Para generasi pemuda dan penerus banyak yang melakukan maksiat, malas untuk menuntut ilmu, sekolah hanya formalitas saja tidak ada kesadaran dalam diri mereka.

Ya Rasulullah, umat islam sekarang sedang sakit.

Sakit karena ummat Islam tak memiliki khalifah (pemimpin), sakit karena ummat Islam tak memiliki tameng untuk berlindung atau negara yang menerapkan aturan Islam yakni Khilafah, karena ummat Islam saat ini banyak yang tidak sadar bahwa dirinya sedang di jajah pemikiran-pemikiran kufur. Ummat Islam sedang sakit yaa Rasul…

Untuk kalian para pejuang Syariah dan Khilafah, teruslah berjuang menegakkan hukum Allah dalam naunagn khilafah. Teruslah berjuang menyadarkan ummat untuk kembali pada fitrahnya yakni berislam secara kaffah, secara menyeluruh, secara sempurna.

Karena aku tak ingin ada lagi orang yang berpacaran tanpa adanya ikatan yang halal, karena aku tak ingin ada lagi kemaksiatan yang terus menerus berjalan, karena aku tak ingin lebih banyak lagi korban yang terjadi akibat tak diterapkannya hukum Allah.

#IndonesiaTanpaPacaran
#WeNeedKhilafah

By : Ana Dia Friska

Jumat, 25 September 2015

Jangan Berhenti Sebelum Allah Yang Menghentikannya



Jangan Berhenti Sebelum Allah Yang Menghentikannya

Pada saat aku ke pantai, setelah sekian lama tak ke pantai. Awalnya aku bingung untuk melepas sandal dan kaos kakiku karena jika ku buka maka aku berarti tak menutup aurat secara sempurna, hingga akhirnya aku tetap memakai sandal dan kaos kaki saat ke tepi pantai. Seperti dugaanku sandalku menjadi berat oleh pasir hingga sulit berjalan.Sehingga aku memutuskan untuk melepas sandalku dan menitipkannya ke warung dekat pantai sebelum kembali lagi untuk bermain di tepi pantai  namun aku tetap memakai kaos kakiku.

Lalu apa hubungannya kisah di atas dengan tulisanku kali ini??

Aku sampai di pantai itu pagi hari, sehingga cuaca belum begitu terasa panas. Apalagi begitu sampai ke pantai aku langsung menuju tepi pantai dan bermain air yang dingin. Hingga tak terasa bahwa hari semakin panas. Sampai suatu ketika, ketika aku akan kembali ke atas, menuju tempat penitipan barang, semakin ke atas ternyata pasir pantai semakin panas, panas sekali, apalagi posisiku yang hanya memakai kaos kaki, semakin terasa panas pasir itu. Aku mencoba untuk berlari agar cepat sampai dengan tujuanku, namun terasa jauh sekali, aku merasa sudah tidak kuat lagi menyentuh pasir yang panas ini, aku berhenti karena tak kuat berlari lagi. Tapi jika aku berhenti semakin terbakar kaki ini oleh panasnya pasir akibat teriknya matahari. Tapi jika aku terus berlari dan mau berusaha lebih keras lagi untuk mencapai tujuanku dan tujuan itu pasti akan terlihat semakin dekat walau kakiku harus kepanasan untuk beberapa saat. Berbeda ketika aku berhenti, tujuanku akan terus jauh tidak akan semakin dekat,dan justru aku akan terus merasa kepanasan, semakin kepanasan, hingga mungkin akan lelah dan pingsan di bawah teriknya matahari.

Hal ini, sama halnya seperti perjuangan kita dalam menegakkan hukum Allah, ketika kita terus bergerak maka lambat laun kita akan sampai pada tujuan kita, walau dalam perjalanan kita penuh aral rintang yang menghadang, penuh pengorbanan. Namun semua itu akan terbayarkan ketika kita telah sampai pada tujuan kita. Rasa haru, bahagia pasti akan menyelimuti kita dan kita pun akan lupa bahwa kita pernah sakit dalam perjalanan karena semua itu telah tergantikan oleh kebahagiaan yang kita dapatkan.

Berbeda halnya ketika kita diam saja, ketika hukum Allah dicampakkan, kita pasrah diatur oleh sistem kufur demokrasi. Akibat diam kita ini, maka hidup kita pasti akan semakin susah dan sengsara. Lambat laun kita akan membusuk karena diam kita. Di dunia saja kita sudah sengsara, bahkan kita juga belum tau bagaimana kita di akhirat akankah kita dihisab karena diam kita, saat Hukum Allah tak diterapkan, saat Agama yang di ridhoi Allah dihinakan.

Bukankah lebih baik hancur berkeping-keping karena bergerak, daripada membusuk karena diam.

Maka Teruslah Berjuang Jangan berhenti dan jangan menyerah sebelum Allah yang menghentikanmu dengan mencabut nyawamu.

By : Ana Dia Friska

Selasa, 22 September 2015

Indahnya Ukhuwah Islam



Indahnya ukhuwah Islam

 Mungkin ketika merantau ke negeri orang, kita akan sulit mendapatkan teman baru apalagi teman akrab. Namun ternyata semua itu tak sesulit yang kita bayangkan. Mendapatkan teman baru, teman baik dalam bingkai Islam itu mudah dan indah.

Allah swt. Berfirman :
Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan ni’mat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena ni’mat Allah, orang-orang yang bersaudara. dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk. (QS Al Imran: 103)

Rasulullah pernah bersabda :
“ Tidak sempurna Iman seseorang sebelum ia mencintai saudaranya seperti ia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Sesama umat muslim itu adalah saudara guys, entah itu orang jawa, sunda, batak, betawi, atau bahkan bule (turis) meskipun berbeda warna kulit dan bahasa. Selama mereka muslim mereka adalah saudara kita. Bukankah Mayoritas penduduk Indonesia itu muslim, maka tak akan sulit kita mendapatkan teman. Hanya saja pemikiran-pemikiran umat Islam sekarang telah rusak. Memilih teman hanya berdasarkan asas manfaat, pemikiran Islam sudah berubah menjadi pemikiran sekulerisme ( memisahkan agama dari kehidupan). Maka dari itu kita merasa sulit mendapatkan teman.

Jadi kita harus berhati-hati dalam memilih teman, bertemanlah dengan seseorang yang dapat mendekatkan kamu pada- Nya. Dan ketika engkau telah menemukan teman yang seperti itu jangan kau lepaskan. Karena teman yang seperti itu adalah teman sejati, yang mencintai kita karena Allah, dan sulit didapatkan di zaman diktaktor seperti ini.

Namun apabila Islam telah menjadi pegangan dalam diri seseorang, maka nikmatnya Ukhuwah Islam telah dirasakannya, ketika ada yang mencacinya dia bersabar dan mendoakan orang tersebut, ketika ada yang menolongnya dia akan menyayanginya seperti saudara. Seandainya seluruh umat Islam di dunia ini telah berpemikiran yang sama yakni Islam, berperasaan yang sama yakni Islam, dan aturan yang diterapkannya adalah aturan Islam, maka Nikmat Ukhuwah Islam akan lebih terasa Indah.

By : Ana Dia Friska

Sabtu, 19 September 2015

Jika Aku Bosan Hidup




Jika aku bosan hidup,
Aku akan berfikir kembali, tentang tujuan hidupku di dunia ini. yakni beribadah kepada Allah, maka tak ada alasan lagi untukku merasa bosan dalam hidup ini.

Jika aku bosan hidup,
Aku akan merenung, tentang kekuasaan-Nya. Dia pun tak pernah bosan memberiku rizki dan kenikmatan dalam dunia ini, walau sering ku lalai akan perintah-Nya. Lantas, hanya karena masalah kecil, masalah di dunia, aku menyerah. Sungguh tak bersyukurnya diriku.

Jika aku bosan hidup,
Aku akan memikirkan, lantas akan kemana setelah aku mati nanti, akankah semuanya selesai begitu saja. Tentu TIDAK!! Ada Penghisaban, Pertanggung jawaban atas perbuatanku selama di dunia. Jadi masihkah aku akan berleha-leha menjalani kehidupan semetara ini.

Jika aku bosan hidup,
Aku berfikir, sebenarnya apa yang membuatku merasa bosan seperti ini…?? Ternyata semua itu dapat terjadi karena aku jauh dari-Nya, Sang Pencipta. Dan benar tatkala aku mengingat-Nya, hati menjadi tenang. Sesuai dengan firman-Nya :
“Ketahuilah, hanya dengan mengingat Allah (zikrullah) hati menjadi tenang.” (QS. Ar-Ra’d :28)

Jadi tak lagi ada alasan untuk bosan hidup, apalagi dengan bunuh diri karena menghindari masalah, sungguh tak ada masalah yang tak dapat diselesaikan di dunia ini. Dan Allah tidak memberi cobaan di luar kemampuan hamba-Nya.
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya….” (QS. Al-Baqarah :286)

Lebih banyak Bersabar dan bersyukur. Manfaatkan sisa hidup ini dengan memperbanyak amal shaleh untuk bekal akhirat nanti.

Sumber :  http://gaulfresh.com/celoteh/jika-aku-bosan-hidup

By :Ana Dia Friska (Kontributor Gaul Fresh)